Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan saat liburan adalah berlibur ke puncak gunung. Pemandangan yang sangat indah, serta udara segar menjadi alasan sebagian orang memilih berlibur di puncak gunung.
Namun, gunung yang masih aktif rawan bahaya. Gunung yang masih aktif memiliki potensi untuk meletus secara tibatiba. Beberapa gunung aktif di Indonesa dengan pemandangan indah antara lain Tangkuban Perahu, Bromo, Semeru, Merapi, dan Anak Krakatau. Gunung yang masih aktif memiliki potensi untuk meletus secara tiba-tiba.
Gunung berapi terbentuk akibat pertemuan dua lempeng Bumi. Bagian lempeng yang tenggelam memasuki lapisan astemosfir akan mencair karena suhu bawah lempeng Bumi yang sangat tinggi. Bagian cair tersebut akan menambah magma dalam perut Bumi. Oleh karena magma yang terbentuk tersebut memiliki berat jenis yang lebih kecil daripada berat jenis batuan di sekitarnya maka magma akan terdesak hingga naik ke permukaan bumi. Magma yang mencapai permukaan bumi disebut sebagai lava. Lava dan abu yang meledak dari waktu ke waktu akan menumpuk dan membentuk gunung berapi. Inilah yang memunculkan istilah bahwa gunung berapi dapat tumbuh dari waktu ke waktu.
Selain di darat, gunung berapi juga dapat terbentuk di lautan. Erupsi yang terjadi di bawah lautan dapat memunculkan gunung berapi. Erupsi adalah letusan yang mengakibatkan keluarnya material gunung api yang berupa gas, debu, aliran lava, dan fragmen batuan. Jika erupsi terjadi dalam waktu yang lama dan dengan jumlah lava yang sangat besar, maka sangat dimungkinkan gunung berapi akan muncul hingga ke permukaan air laut.
Gambar tersebut mengilustrasikan terbentuknya gunung berapi di Hawai. Puncak gunung tersebut muncul hingga ke atas permukaan samudera Pasifik. Gunung berapi tersebut berbeda dengan gunung berapi lainnya karena terbentuk langsung dari magma yang berasal dari inti dan selimut bumi. Batuan panas yang terdorong ke atas melalui selimut bumi mencair membentuk area panas dalam kerak bumi. Dorongan dari dalam bumi tersebut akhirnya memunculkan serangkaian gunung berapi dan membentuk kepulauan Hawai. Magma yang berasal dari gunung subduksi tersebut jauh lebih dekat dengan permukaan bumi. Gunung berapi ini jauh lebih besar ukurannya dan memiliki banyak sisi yang landai.
Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi. Terjadinya perubahan energi panas yang menyebabkan pergolakan inti bumi menjadi energi kinetik sehingga mampu menekan dan menggerakkan lempeng-lempeng bumi. Energi kinetik yang dihasilkan tersebut dipancarkan ke segala arah berupa gelombang gempa bumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.
Menurut teori lempeng tektonik, permukaan bumi terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik besar. Lempeng tektonik atau lempeng lithosfer merupakan bagian dari kerak bumi yang keras dan mengapung di atas astenosfer yang cair dan panas. Hal tersebut mengakibatkan lempeng tektonik menjadi bebas bergerak dan saling berinteraksi satu sama lain. Daerah perbatasan lempeng-lempeng tektonik merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang menyebabkan gempa bumi, gunung berapi, dan pembentukan dataran tinggi.
Lempeng-lempeng tektonik yang berdekatan saling berinteraksi dengan tiga kemungkinan pola gerakan yaitu apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati (collision), dan saling geser (transform). Kadangkadang, gerakan lempeng ini macet dan saling mengunci, sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus-menerus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak kuat menahan gerakan tersebut dan akhirnya terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai gempa bumi.
Pergeseran lempeng bumi dapat mengakibatkan gempa bumi, karena dalam peristiwa tersebut disertai dengan pelepasan sejumlah energi yang besar. Selain pergeseran lempeng bumi, gerak lempeng bumi yang saling menjauhi satu sama lain juga dapat mengakibatkan gempa bumi. Hal tersebut dikarenakan saat dua lempeng bumi bergerak saling menjauh, akan terbentuk lempeng baru diantara keduanya. Lempeng baru yang terbentuk memiliki berat jenis yang jauh lebih kecil dari berat jenis lempeng yang lama. Lempeng yang baru terbentuk tersebut akan mendapatkan tekanan yang besar dari dua lempeng lama, sehingga akan bergerak ke bawah dan menimbulkan pelepasan energi yang juga sangat besar. Terakhir adalah gerak lempeng yang saling mendekat juga dapat mengakibatkan gempa bumi. Pergerakan dua lempeng yang saling mendekat juga berdampak pada terbentuknya gunung. Seperti yang terjadi pada gunung Everest yang terus tumbuh tinggi akibat gerak lempeng di bawahnya yang semakin mendekat dan saling bertumpuk.
Indonesia merupakan daerah rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu Lempeng IndoAustralia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Lempeng IndoAustralia bergerak relatif ke arah utara dan menyusup ke dalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatif ke arah barat. Jalur pertemuan lempeng berada di laut, sehingga apabila terjadi gempa bumi besar dengan kedalaman dangkal maka akan berpotensi menimbulkan tsunami sehingga Indonesia juga rawan mengalami bencana tsunami.
Kata hidrosfer berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua suku kata, yakni hydro yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Jadi, hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi, baik yang berbentuk cair, padat maupun yang berbentuk gas (uap).
Air yang berbentuk cair adalah air yang merupakan tubuh air di permukaan bumi, seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rawa, dan air tanah. Air berbentuk padat adalah air yang membeku seperti es dan gletser. Air berbentuk gas adalah air yang mengalami penguapan. Uap air ini berasal dari tubuh air dan tumbuh-tumbuhan serta akan menjadi bibit terbentuknya awan. Komposisi kimia air terdiri dari hidrogen (H) dan oksigen (02) dengan rumus kimia H20. Permukaan bumi terdiri atas sekitar 70% air dan 30% daratan.
Siklus Hidrologi dan Unsur-unsurnya
Siklus hidrologi adalah proses sirkulasi air yang dimulai dari tubuh air, ke atmosfer, kemudian ke tanah dan kembali lagi berulang. Air dari permukaan tubuh air (laut, sungai, danau, rawa, waduk, dan air bawah tanah) mengalami penguapan ke atmosfer sebagai akibat penyinaran matahari. Uap air pada ketinggian tertentu mengalami kondensasi dan membentuk awan.
Selanjutnya, awan yang terdorong angin menyebabkan terjadinya hujan. Hujan yang jatuh ke permukaan tanah sebagian mengalir sebagai aliran permukaan (run-ofj) dan sebagian lagi meresap ke dalam tanah dan menjadi air tanah.
Aliran permukaan (run-oft) mengalir ke tempat yang rendah (sungai, danau, rawa, dan sebagainya) dan selanjutnya kembali lagi ke laut, sedangkan air tanah mengalir secara perlahan-lahan dalam lapisan batu pasir (akifer), kemudian di permukaan bumi yang rendah bisa muncul sebagai mata air dan dapat pula mengalir dalam lapisan batu pasir dalam tanah langsung ke laut. Proses sirkidasi air ini kemudian kembali lagi berulang. Siklus hidrologi ada tiga macam,yaitu sebagai berikut.
A. Siklus Pendek
Siklus hidrologi jangka pendek dimulai dari pemasaran air laut oleh sinar matahari,yang kemudian berlanjut dengan terjadinya penguapan di atas permukaan laut. Uap air yang naik di atas permukaan laut,pada ketinggian tertentu mengalami kondensasi yang kemudian membentuk awan dan berakibat hujan yang jatuh kelaut.Siklus semacam ini biasanya terjadi di laut terbuka.
B. Siklus Sendang
Uap air yang berasal dari tubuh air (lautan,danau,sungai,dan rawa)serta tanah dan pohon (evapotranspirasi)sebagai akibat peyinaran matahari,pada ketinggian tertentu mengalami kondisi dan membentuk awan. Selanjutnya awan terdorong oleh angin kea rah daratan.
Di atas daratan,awan tersebut sebagian mengalir sebagai run-off di atas permukaan tanah dan sebagian lagi meresap kedalam tanah.Air tersebut pada akhirnya mengalir ke tempat-tempat yang rendah seperti danau,laut,rawa,dan selanjutnya menguap lagi.Siklus hidrologi semacam ini terjadi di wilayah daratan,yang dekatnya terdapat laut.Siklus ini banyak terjadi di daerah yang beriklim tropis.
C. Siklus Panjang
Penyinaran matahari terhadap tubuh air (lautan,danau,sungai,dam rawa).Uap air pada ketingian tertentu membentuk awan yang terdiri dari Kristal-kristal es.Awan tersebut terdorong angin dan pada pegunungan yang tinggi, Kristal-kristal es ini jatuh sebagai salju. Di daerah pegunungan tinggi atau daerah kutub, salju yang jatuh berubah menjadi es atau gletser.
Gletser bergerak secara perlahan-lahan pada lereng pengunungan dan pada bagian rendah tertentu,gletser kemudian mencair yang airnya mengalir ke sungai dan selanjutnya kembali ke laut.Siklus hidrologi semacam ini biasanya terjadi diwilayah kutub,daerah yang beriklim sedang,dan daerah-daerah pegunungan yang bersalju.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka unsur-unsur dalam siklus hidrologi terdiri atas sebagai berikut:
Evaporasi
Evaporasi adalah peristiwa berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah, serta dari permukaan air ke udara.
Transpirasi
Transpirasi adalah penguapan air melalui daun tumbuh-tumbuhan.
Evapotranspirasi
Evapotranspirasi adalah gabungan penguapan melalui tubuh air dan tanaman atau tumbuh-tumbuhan.
Kondensasi
Kondensasi adalah proses perubahan uap air menjadi titik air hujan yang disebabkan terjadinya pendinginan di atmosfer.
Angin
Angin adalah suatu kekuatan yang menentukan temperatur udara dan kondisi uap air di suatu tempat (Threwartha). Fungsi angin ada dua, yaitu Mengangkut udara panas dari garis lintang rendah ke garis lintang yang lebih tinggi. Jadi, angin merupakan alat untuk menjaga keseimbangan panas di permukaan bumi dan Mendorong uap air dari atas lautan ke daratan yang menyebabkan terjadinya hujan.
Awan
Awan adalah kumpulan titik air atau es yang jumlahnya banyak dan merupakan bagian dari inti kondensasi. Bila awan telah mencapai berat tertentu, akan terjadi presipitasi (hujan, salju atau es).
Presipitasi
Presipitasi adalah segala sesuatu yang berbentuk cair yang berasal dari atmosfer kemudian tercurah ke permukaan bumi. Bentuk nyata presipitasi adalah hujan dan salju atau es. Hujan banyak terjadi di negara-negara yang beriklim tropis seperti Indonesia, sedangkan salju atau es terjadi di negara-negara yang beriklim kutub atau sedang seperti negara-negara Eropa.
Run-off (Aliran permukaan)
Run-off adalah pergerakan air di permukaan tanah sebagai akibat adanya presipitasi (hujan, salju atau es). Jadi, air yang meresap ke dalam tanah tidak termasuk run-off. Di negara-negara yang beriklim tropis seperti Indonesia, air run-off mengalir dari tempat-tempat yang tinggi ke tempat-tempat yang rendah seperti sungai, danau, rawa, laut, dan sebagainya.
Pergerakan air tersebut bisa lebih cepat. Di negara-negara beriklim kutub, pergerakan air (run-oft) dapat berupa gletser yang bergerak secara perlahan-lahan dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Pada daerah-daerah tertentu ujung gletser, kemudian mencair dan mengalir ke laut melalui sungai.
Infiltrasi
Infiltrasi adalah air presipitasi (hujan, saiju atau es) yang jatuh ke permukaan bumi yang kemudian meresap ke dalam tanah. Air tersebut kemudian menjadi air tanah.
Air tanah
Air tanah adalah air yang bergerak dalam tanah yang terdapat pada lapisan batu pasir yang disebut akifer, sedangkan air tanah yang terdapat pada retakan batuan disebut air celah.
Atmosfer bumi merupakan selubung gas yang menyelimuti permukaan padat dan cair pada bumi. Selubung ini membentang ke atas sejauh beratus-ratus kilometer, dan akhirnya bertemu dengan medium antar planet yang berkerapatan rendah dalam sistem tata surya kita. Perlu sahabat Geologinesia ketahui bahwa semakin tinggi atmosfer maka kerapatan dan suhunya semakin rendah. Hal ini dapat terlihat ketika kita pergi ke puncak gunung maka kita akan bernapas lebih berat daripada di lereng gunung.
Sesungguhnya, atmosfer tidak jauh berbeda dengan lautan yang membungkus permukaan bumi. Keduanya merupakan fluida yang membungkus permukaan bumi dan terikat secara gravitasi. Perbedaan yang mendasar antara atmosfer dan lautan adalah bahwa atmosfer merupakan campuran gas yang dapat dikompresi atau ekspansi sedangkan lautan berisi cairan yang relatif tidak terkompresi. Kemampuan kompresi dan ekspansi atmosfer, secara substansial dipengaruhi oleh tekanan, menyebabkan berbagai fenomena atmosfer seperti angin, mendung, hujan, iklim, cuaca, dan sebagainya (Petty, 2008).
Pencarian lainnya yang berkaitan dengan artikel ini : lapisan atmosfer, lapisan atmosfer bumi, lapisan lapisan atmosfer. Lapisan ozon, lapisan udara, lapisan troposfer, lapisan langit, susunan atmosfer, lapisan stratosfer. Lapisan lapisan atmosfer bumi, lapisan lapisan udara, susunan lapisan atmosfer, lapisan mesosfer, lapisan eksosfer.
Urutan Susunan, Ciri-ciri, dan Fungsi Lapisan Atmosfer Bumi
Secara umum, atmosfer dipelajari dengan membaginya menjadi dua bagian regional yaitu : atmosfer regional rendah (lower) dan atmosfer regional atas (upper). Regional bawah adalah atmosfer dari permukaan bumi sampai ketinggian kira-kira 50 km. Ilmu untuk regional ini merupakan ilmu meteorologi. Sedangkan ilmu regional atmosfer atas (> 50 km), dikenal dengan ilmu aeronomi.
Oleh para ahli, pembagian lapisan atmosfer dilakukan dalam beberapa cara. Ada yang membaginya berdasarkan perubahan sifat fisik berupa tekanan dan temperatur, ada pula yang berdasarkan kehomogenan komposisi dan kerapatan gas-gas penyusun atmosfer pada setiap ketinggian (altitude).
Pada tulisan ini kita akan lebih memfokuskan pembahasan urutan susunan lapisan atmosfer bumi berdasarkan perubahan sifat fisik berupa tekanan dan temperatur. Berdasarkan sifat tersebut atmosfer bumi terbagi atas 5 lapisan, susunan urutannya mulai dari bawah (permukaan bumi) sampai ke atas yaitu : Lapisan Troposfer, Lapisan Stratosfer, Lapisan Mesosfer, Lapisan Termosfer, dan Lapisan Eksosfer.
Gambar Lapisan-lapisan atmosfer, komposisi, profil, dan temperaturnya.
Lapisan Troposfer
Ciri-ciri atau karakteristik lapisan troposfer yaitu lapisan ini merupakan lapisan atmosfer yang paling dekat dan berinterakasi langsung dengan permukaan bumi sampai pada ketinggian rata-rata 11 km. Temperatur rata-ratanya 15 derajat celcius dipermukaan laut dan akan menurun seiring dengan bertambahnya ketinggian sampai kira-kira -56 derajat celcius pada bagian atas (tropopause). Tropopause merupakan lapisan transisi antara troposfer dan stratosfer.
Lapisan troposfer utamanya disusun oleh gas-gas poliatomik yang mempunyai densitas relatif lebih besar. Gas-gas rumah kaca (GKR), oksigen dan nitrogen sangat dominan di lapisan ini. Uap air, awan, hujan (presipitasi), merupakan variable gas yang sangat berpengaruh pada fenomena troposfer.
Manfaat atau fungsi lapisan troposfer adalah menjaga suhu atmosfer agar tetap hangat untuk menopang reaksi kimia dan biokimia di permukaan bumi. Hal ini lebih banyak dilakukan oleh gas-gas rumah kaca (GKR) sebagai konstituen atmosfer. Dalam termodinamika kimia, zat-zat poliatomik ini menyerap energi tinggi (UV panjang atau IR) dan setelah mengalami proses internal molekul (dilatasi, translasi, dan sebagainya) akan mengemisikan kembali dalam bentuk spektrum dengan energi labih rendah (gelombang lebih panjang dan panas).
Pencarian lainnya yang berkaitan dengan artikel ini : lapisan udara bumi, susunan atmosfer bumi, urutan lapisan atmosfer, lapisan penyusun atmosfer. Sebutkan lapisan lapisan atmosfer, nama lapisan atmosfer, urutan atmosfer, lapisan dalam atmosfer, lapisan atmosfer paling dekat dengan bumi. Struktur lapisan atmosfer, susunan lapisan atmosfer bumi, lapisan atmosfer beserta fungsinya, gambar lapisan atmosfer, susunan lapisan udara. Konsentrasi lapisan ozon terdapat pada lapisan, ketebalan lapisan atmosfer, bagian atmosfer, lapisan atmosfer dan fungsinya, urutan lapisan atmosfer bumi.
Lapisan Stratosfer
Ciri atau karakteristik lapisan stratosfer yaitu berada pada ketinggian rata-rata 11 km sampai kira-kira 50 km, temperatur rata-rata naik dari -56 derajat celcius sampai -2 derajat celcius di bagian atas (stratopause). Stratopause merupakan lapisan transisi antara stratosfer dan mesosofer. Kenaikan temperatur yang terjadi utamanya karena penyerapan radiasi ultraviolet oleh ozon di atmosfer.
Dibagian atas lapisan ini terjadi penyerapan spektrum ultra violet (UV) energi yang lebih tinggi karena makin banyaknya molekul-molekul poliatomik. Sedangkan di bagian yang lebih bawah, penyerapan spektrum UV lebih rendah, sebanding dengan penurunan jumlah molekul poliatomik dan meningkatnya molekul diatomik atau monoatomik.
Lapisan stratosfer bagian atas didominasi oleh proses pembentukan ozon dengan menyerap energi UV tinggi, dan meradiasikan IR tinggi. Sedangkan bagian bawah, didominasi oleh proses pemecahan ozon dengan menyerap UV lebih rendah, dan meradiasikan IR lebih rendah dibanding bagian atas.
Fungsi atau manfaat stratosfer yang paling utama adalah untuk melindungi permukaan bumi dari radiasi Ultra Violet (UV) yang berlebihan. Kita ketahui bersama bahwa spektrum yang diradiasikan matahari sangat kompleks, dari paket energi sangat tinggi sampai paket energi sangat rendah. Sehingga ada yang sangat diperlukan sebagai sumber energi di kehidupan bumi, tetapi adapula yang tidak mampu diterima oleh sistem kehidupan di bumi.
Lapisan Mesosfer
ciri atau karakteristik lapisan ini yaitu berada pada ketinggian rata-rata 50 km sampai dengan 85 km dari permukaan bumi. Profil temperaturnya sama dengan troposfer, menurun dengan bertambahnya ketinggian, dari -2 derajat celcius sampai sekitar -92 derajat celcius pada bagian lapisan paling atas (mesopause). Mesopause merupakan lapisan transisi antara mesosfer dan termosfer.
Di daerah mesosfer kadang teramati fenomena aurora, karena terjadi proses ionisasi gas-gas penyusunnya. Gas-gas menerima radiasi spektrum energi lengkap dari matahari. Spektrum energi tinggi ini yang sangat berpengaruh pada orbital elektron setiap atom, sehingga terjadi proses-proses yang berkaitan dengan ionisasi.
Pada lapisan mesosfer konsentrasi gas ozon makin berkurang tajam ketika altitude makin tinggi, sehingga UV terserap juga makin sedikit. Sebagai akibatnya suhu makin ke atas akan makin turun. Laju penurunan temperatur tersebut dilaporkan rata-rata 0,4 derajat celcius per seratus meter. Penurunan suhu (temperatur) yang demikian menandakan mesosfer memiliki kesetimbangan termal negatif.
Pencarian lainnya yang terkait dengan postingan ini : lapisan lapisan atmosfer beserta fungsinya, ciri ciri lapisan atmosfer, manfaat lapisan atmosfer, ciri ciri atmosfer, fungsi lapisan atmosfer, ciri ciri lapisan troposfer. Manfaat lapisan troposfer, fungsi troposfer, fungsi stratosfer, karakteristik lapisan troposfer, manfaat troposfer, fungsi lapisan stratosfer. Lapisan atmosfer dan manfaatnya, karakteristik lapisan atmosfer, ciri lapisan troposfer, fungsi lapisan troposfer, ciri-ciri lapisan stratosfer. Fungsi lapisan mesosfer, fungsi mesosfer, karakteristik atmosfer, manfaat lapisan eksosfer.
Lapisan Termosfer
Ciri atau karakteristik lapisan termosfer yaitu mulai pada ketinggian 85 km sampai dengan 500 km. Termosfer berisi lapisan gas dengan kerapatan rendah dan profil temperatur dapat naik sampai 1200 derajat celcius. Kenaikan terjadi karena penyerapan radiasi dengan panjang gelombang <200 nm oleh jenis gas-gas penyusun termosfer. Temperatur pada lapisan termosfer ini sangat tergantung pada aktifitas matahari (sunspots atau flares)
Termosfer merupakan tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada perambatan/refleksi gelombang radio, baik gelombang panjang maupun pendek. Pada lapisan ini juga, molekul-molekul gas seperti oksigen (O2) akan bertindak sebagai emitter IR dan mengalami reaksi dissosiasi (fotolisis) dengan energi tinggi UV gelombang pendek, sehingga terjadi kelangkaan molekul poliatomik. Kelangkaan molekul poliatomik ini menyebabkan emisi IR rendah, dan energi tetap tersimpan pada molekul gas di daerah ini.
Lapisan Eksosfer
Eksosfer adalah lapisan udara kelima, eksosfer terletak diatas termosfer sampai pada ketinggian sekitar 1000 km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini merupakan tempat terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan. Lapisan ini merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi. Lapisan ini sering disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner. Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar.
Demikian penjelasan singkat mengenai lapisan atmosfer bumi, semoga sobat Geologinesia bisa mengembangkan materi ini sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing, karena ilmu geologi, geografi, astronomi, tanah, dan sebagainya sangat berhubungan dengan atmosfer.
Referensi: Petty, Grant W. A First Course in Atmospheric Thermodynamics. 1st. Madison, Wisconsin: Sundog Publisher, 2008. Holton, J.R, P.H. Haynes, M.E. McIntyre, A.R. Douglass, R.B. Rood, and L. Pfister. "Strattosphere-troposphere exchange."Rev. Geophysics. vol 33, 1995: 403-439. Manahan, Stanley E. The Atmosphere and Atmospheric Chemistry-Environmental Chemistry. Boca Raton: CRC Press LLC, 2000.
Pencarian lainnya yang terkait tulisan ini : ciri lapisan atmosfer, ciri ciri lapisan mesosfer, lapisan atmosfer bumi dan fungsinya, fungsi lapisan eksosfer, manfaat lapisan stratosfer. Manfaat lapisan troposfer bagi kehidupan manusia, manfaat lapisan mesosfer, ciri ciri termosfer, lapisan atmosfer dan karakteristiknya, manfaat lapisan atmosfer bagi kehidupan. Ciri-ciri lapisan eksosfer, lapisan-lapisan atmosfer dan fungsinya, manfaat lapisan lapisan atmosfer, fungsi lapisan lapisan atmosfer, manfaat termosfer, karakteristik lapisan-lapisan atmosfer.
Berdasarkan peneliatian, para ahli menyusun teori tentang kerangka bumi. Bumi dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu kerak bumi (crush),selimut bumi (mantle), dan inti bumi (core)
A.Inti Bumi Inti bumi merupakan lapisan bumi paling dalam, sebagian besar inti bumi tersusun dari besi (90%) dan nikel (8%).Inti bumi dibagi menjadi dua sublapisan,yaitu inti luar dan inti dalam 1.Inti luar (Outer Core) Inti luar berwujud cair karena tidak dapat dilalui gelombang sekunder.Ketebalannya mencapai 2160 km.Suhu inti mencapai 2200 C
2.Inti Dalam (Inner Core) Inti dalam diduga berwujud padat yang tersusun dari besi atau campuran padat yang tersusun dari besi besi atau campuran besi dan nikel (nife) dengan kerapatan sekitar 10g/cm3. Ketebalan lapisan ini sekitar 1320 km.Suhu inti dalam mencapai 4500 C
B.Mantel Bumi Mantel bumi terletak di bagian dalam setelah kerak bumi.Mantel bumi berfungsi melindungi bagian bumi yang lebih dalam (inti bumi).Mantel bumi dibagi menjadi tiba sublapisan, yaitu litosfer, astenosfer dan mesosfer
1..Litosfer Litosfer merupakan bagian terluar dari mantel bumi. Litosfer berasal dari kata lithos yang berarti batu dan fera yang berarti sekeliling. Litosfer tersusun atas dua lapisan utama, yaitu lapiisan Si-Al (tersusun dari silikat dan alumunium) dan lapisan Si-Ma (tersusun dari silikat dan magnesium).Ketebalan litosfer sekitar 50-100 km
2.Asternosfer Lapisan astenosfer berada di bawah litosfer dengan wujud agak kental. Ketebalan astenosfer sekitar 100-400 km.Batuan astenosfer lebih panas daripada lapisan di sekitarnya sehingga memiliki titik lebur lebih tinggi daripada ditosfer.Pada lapisan ini terjadi pembentukan magma induk,sintesis batuan dan pembekuan mineral
3.Mesosfer Mesosfer berwujud padat dengan ketebalan sekitar 2400-2750 km. Lapisan ini berada di bawah lapisan astenosfer.Pada perbatasan dengan initi bumi terdapat lapisan transisi yang menyebabkan penurunan kecepatan gelombang primer dari 13km/s menjadi 8km/s. Lapisan transisi ini disebut Gutenberg Wiechert Discontinuety Layer yang dapat ditemukan pada kedalaman 2898 km
C.Kerak Bumi Kerak bumi merupakan bagian terluar bumi (permukaan bumi_ dengan ketebalan rata-rata sekitar 10-50 km. Ketebalan kerak bumi bervariasi antara satu tempat dengan tempat yang lainnya. Kerak bumi dibedakan menjadi dua, yaitu kerak benua dan kerak samudra. Kerak benua memiliki ketebalan sekitar 20-50 m. Adapun ketebalan kerak samudra sekitar 10-12 km saja. Kerak benua membentuk permukaan daratan bumi. Di atas kerak samudra terdapat permukaan air yang sangat luas disebut hidrosfer sumber : https://nazalberbagibagi.blogspot.co.id/2016/10/struktur-bumi.html
Salah satu alat optik alamiah yang merupakan salah satu anugerah dari Sang Pencipta adalah mata. Di dalam mata terdapat lensa kristalin yang terbuat dari bahan bening, berserat, dan kenyal. Lensa kristalin atau lensa mata berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan oleh cairan di depan lensa. Cairan ini dinamakan aqueous humor. Intensitas cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil.
Alat optik adalah alat yang menggunakan lensa dan cermin yang memanfaatkan sifat cahaya yang dapat dipantulkan dan dibiaskan yang dimanfaatkan untuk melihat.